superman

Superman

Jumat, 20 Maret 2015

Pengertian dan perbedaan Antara Ilmu sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar



PENGERTIAN ILMU SOSIAL DASAR
            Ilmu Sosial Dasar (ISD) adalah suatu program pelajaran baru yang dikembangkan di perguruan tinggi. Pengembangan Ilmu Sosial Dasar ini sejalan dengan relisasi perkembangan ide dan pembaruan system pendidikan yang bersifat dinamis dan inovatif. Ilmu-ilmu Sosial Dasar (ISD) ini dipergunakan dalam pendekatan sekaligus sebagai sarana jalan keluar untuk mencari pemecahan masalah sosial yang berkembang dalam kehidupan masyarakat.
Melalui pengenalan dan pendalaman Subject-oriented.tersebut, proses pendalaman bidang- bidang ilmu menuju spesialisasi keahlian telah berlangsung. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa antara ilmu-ilmu sosial dan ilmu-ilmu sosial dasar (ISD) tidak terdapat perbedaan yang  sepanjang menyangkut konsep dasar atau pengetahuan dasar ilmu-ilmu sosial. Perbedaan itu terjadi pada pendekatan bidang studinya saja. Ilmu-ilmu sosial dasar bersumber pada konsep dasr ilmu-ilmu sosial yang terintegrasi. ISD dipergunakan mencari pemecahan masalah kemasyarakat melalui pendekatan interdisipliner maupun multidisipliner ilmu-ilmu sosial. Di pihak lain, pengantar-pengantar ilmu-ilmu sosial disajikan secara teoritis, yang menyangkut ruang lingkup, metode dan sistematisasinya.

PENGERTIAN ILMU BUDAYA DASAR
       Secara sederhana IBD adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah dan kebudayaan. Pengetahuan Budaya (The Humanities) dibatasi sebagai pe­ngetahuan yang mencakup keahlian cabang ilmu (disiplin) seni dan filsafat. Keahlian ini pun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai bidang kahlian lain, seperti seni sastra, seni tari, seni musik, seni rupa dan lain-lain. Sedang Ilmu Budaya Dasar (Basic Humanities) sebagaimana dikemukakan di atas, adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Masalah-masalah ini dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (The Humanities), baik secara gabungan berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya ataupun dengan menggunakan masing-masing keahlian di dalam pengetahuan budaya (The Humanities). Dengan poerkataan lain, Ilmu Budaya Dasar menggunakan pengertian-pengertian yang berasa! dari ber­bagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran dan kepekaan dalam mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.





Perbedaan ISD dan IBD
             adalah Ilmu Sosial Dasar bertujuan untuk membangun sikap kepedulian  mahasiswa terhadap masalah di lingkungan sekitar, dan menjadikan mahasiswa mempunyai sifat cepat tanggap dalam menemukan dan memecahkan suatu permasalahan sosial yang ada di sekitar mereka. Sehingga dengan adanya matakuliah ISD ini mahasiswa dapat lebih terampil, mempunyai inovasi dan membangun serta menanamkan sikap kepedulian terhadap permasalahan yang berkembang dalam kehidupan bermasyarakat

            Sedangkan IBD atau ilmu budaya dasar bertujuan untuk membangun sikap kepedulian mahasiswa terhadap budaya budaya di Indonesia, seperti yang telah terjadi pada akhir akhir ini banyak masyarakat Indonesia yang sedikit demi sedikit meningggalkan kebudayaan bangsa, jadi dengan adanya matakuliah IBD ini mahasiswa di tuntut dapat membangun sikap kepedulian dengan budaya bangsa.

Sumber :


               

Kamis, 22 Januari 2015

Dampak Perilak Elit Politik Terhadap kehidpan masyarakkat Indonesia



Akhir akhir ini masyarakat Indonesia di kagetkan dengan banyaknya korupsi di negeri ini yang di lakukan oleh petinggi petinggi negara, bisa kita ibaratkan negara indonesia ini  seperti rayap yang menggeragoti kayu yang semakin lama akan semakin lapuk. 
 Semakin banyak pelaku korupsi di negeri ini yang menggeragoti kesejahteraan masyarakat indonesia yang semakinlama apabila tidak di tindak tegas akan menghancurkan negeri ini. Hal ini adalah tindakan yang tidak pantas yang di lakukan oleh para petinggi negeri ini dengan hanya ingin memperkaya diri sendiri atau kepentingan pribadi dan kelompok. Sehingga terjadilah korupsi mengambil uang dan hak rakyat yang seharusnya uang tersebut untuk membangun negeri ini.

Masyarakat negeri ini di buat bingung oleh perilaku para wakil rakyat yang seakin lama semakin menjadi. Kini  masyarakat menjadi malas untuk menilai kinerja para elit politik tersebut.  Sehingga dampak elit politik  terhadap kehidupan sosial masyarakat Indonesia :
  •  Masyarakat menjadi terlebih dahulu berfikir negatif apabila adanya pesta demokrasi, karena masyarakat sudah lelah dengan janji janji para calon elit politik.

  • ·        Masyarakat sukar menilai kinerja para elite politik.
  • ·        Kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap para elit politik.
Mungkin itu saja postingan yang saya tentang perilaku elit politik di indonesia. 
Terima Kasih ..

Kamis, 08 Januari 2015

Dampak Globalisasi Terahadap Lingkungan



Dampak Globalisasi Terhadap Masyarakat
                Sebelum mengenal lebih jauh tentang dampak globalisasi terhadap masyarkat,kita harus tau terlebih dahulu apa itu pengertian globalisasi.
Globalisasi adalah penyebaran unsur-unsur atau sesuatu hal baru khususnya yang menyangkut informasi secara universal (mendunia) melalui media cetak maupun elektronik.Dengan kata lain globalisasi adalah penyebaran sesuatu hal yang sangat cepat penyebarannya melalui media elektronik ataupun media cetak dikarenakan semakin canggihnya iptek dari zaman ke zaman sehingga sesuatu hal yang baru tersebut akan tersebar ke seluruh dunia dengan mudah dan cepat tanpa mengenal batas wilayah.
Kehadiran era globalisasi tersebut pastinya membawa dampak positif atau negatif, akan tetapi masalah positif atau negatifnya era globalisasi ini  tergantung dari diri manusia tersebut mensiasati zaman yang serba canggih ini.

Dampak Positif dari Globalisasi terhadap lingkungan sekitar adalah:
1.       Lingkungan khususnya masyarakat lebih mudah dan cepat dalam mencari informasi terkini yang sedang banyak di bicarakan atau di bahas, karena sangat pesatnya perkembangan iptek yang semakin lama semakin canggih.
2.       Mudah melakukan Komunikasi dalam hal ini mungkin yang sangat menonjol dikarenakan saat sebelum adanya era globalisasi orangtua kita melakukan komunikasi sangatlah susah dan terbatas ketika ingin berkomunikasi dengan kerabtnya atau saudaranya masih menggunkan surat, telegram,dll. Tetapi setelah masuknya zaman globalisasi semua orang dengan sangat mudah komunikasi bahkan budaya surat menyurat dan berkirim telegram sudah sedikit demi sedikit di tinggalkan.
3.       Yang ketiga yaitu menumbuhkan wawasan yang luas karena semakin pesat dan berkembangannya media elektronik dan media cetak.
4.       Meningkatkan sumber daya manusia karena semakin lama kualitas diri dan lingkungan di asah kemampuannya.

Dampak Negatif dari era Globalisasi terhadap lingkungan sekitar adalah :
1.       Banyaknya perilaku yang buruk dikarenakan budaya setiap Negara yang berbeda sehingga.
2.       Menghilangannya budaya nasional suatu Negara karena pada zaman sekarang manusia lebih tertarik untuk mengikuti sesuatu hal yang baru.
Banyaknya budaya nasional suatu Negara yang di klaim oleh Negara lain karena kurangnnya antusias lingkungan untuk mempertahankan budaya

Kamis, 20 November 2014

Narkoba Menghantui Mahasiwa



Bahaya Narkoba

Pengertian Narkoba
adalah zat kimia yang dapat mengubah keadaan psikologi seperti perasaan, pikiran, suasana hati serta perilaku jika masuk ke dalam tubuh manusia baik dengan cara dimakan, diminum, dihirup, suntik, intravena, dan lain sebagainya.
Jenis-jenis Narkoba
Narkoba dibagi dalam 3 jenis yaitu Narkotika, Psikotropika dan Zat adiktif lainnya. Penjelasan mengenai jenis-jenis narkoba adalah sebagai berikut:
 1.    Narkotika
pengertian narkotika adalah “Zat yang bisa menimbulkan pengaruh tertentu bagi yang  menggunakannya dengan memasukkan kedalam tubuh. Pengaruh tersebut  bisa berupa pembiusan, hilangnya rasa sakit, rangsangan semangat dan halusinasi atau timbulnya khayalan-khayalan. Sifat-sifat tersebut yang  diketahui dan ditemukan dalam dunia medis bertujuan dimanfaatkan bagi  pengobatan dan kepentingan manusia di bidang pembedahan, menghilangkan rasa sakit dan lain-lain.
        Narkotika digolongkan menjadi 3 kelompok yaitu :
  • Narkotika golongan I adalah narkotika yang paling berbahaya. Daya adiktifnya sangat tinggi. Golongan ini digunakan untuk penelitian dan ilmu pengetahuan. Contoh : ganja, heroin, kokain, morfin, dan opium.
  • Narkotika golongan II adalah narkotika yang memiliki daya adiktif kuat, tetapi bermanfaat untuk pengobatan dan penelitian. Contoh : petidin, benzetidin, dan betametadol.
  • Narkotika golongan III adalah narkotika yang memiliki daya adiktif ringan, tetapi bermanfaat untuk pengobatan dan penelitian. Contoh : kodein dan turunannya.
2.      Psikotropika
Psikotopika adalah zat atau obat bukan narkotika, baik alamiah maupun sintesis, yang memiliki khasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas normal dan perilaku. Psikotropika digolongkan lagi menjadi 4 kelompok adalah :
  • Psikotropika golongan I adalah dengan daya adiktif yang sangat kuat, belum diketahui manfaatnya untuk pengobatan dan sedang diteliti khasiatnya. Contoh: MDMA, LSD, STP, dan ekstasi.
  • Psikotropika golongan II adalah psikotropika dengan daya adiktif kuat serta berguna untuk pengobatan dan penelitian. Contoh : amfetamin, metamfetamin, dan metakualon.
  • Psikotropika golongan III adalah psikotropika dengan daya adiksi sedang serta berguna untuk pengobatan dan penelitian. Contoh : lumibal, buprenorsina, dan fleenitrazepam.
  • Psikotropika golongan IV adalah psikotropika yang memiliki daya adiktif ringan serta berguna untuk pengobatan dan penelitian. Contoh : nitrazepam (BK, mogadon, dumolid ) dan diazepam.
3.     Zat adiktif lainnya
Zat adiktif lainnya adalah zat – zat selain narkotika dan psikotropika yang dapat menimbulkan ketergantungan pada pemakainya, diantaranya adalah :
  • Rokok
  • Kelompok alkohol dan minuman lain yang memabukkan dan menimbulkan ketagihan.
  • Thiner dan zat lainnya, seperti lem kayu, penghapus cair dan aseton, cat, bensin yang bila dihirup akan dapat memabukkan. 
Cara penyebaran narkoba di masyarakat adalah dengan cara sang penjual akan menawarkan secara halus kepada si calon pemakai, Biasanya sang penjual akan memeberi narkoba itu secara “GRATIS” kepada korban agar sang korban merasa ingin mencicipi barang haram tersebut. Tetapi apabila sang korban telah memakai narkoba tersebut akan menimbulkan efek samping yaitu efek ketagihan yang apabila korban tidak memakai barang haram tersebut akan menimbulkan rasa sakit, gelisah, rasa cemas, hingga rusaknya syaraf syaraf di dalam tubuh sehingga korban itu mau tidak mau harus memakai narkoba itu dan narkoba yang tadinya hanya di berikan secara Cuma Cuma atau gratis tadi akan menjadi bayar, sehingga apabila itu semua telah terjadi di situlah proses transaki jual beli antara sng penjual dengan saang pemakai atau korban.
Transaksi jual beli narkoba bisa dimana saja, bisa juga di daerah kampus Universitas kita sendiri. Karena menjual narkoba akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar. Dan biasanya penjual narkoba itu menjajakan barang haram tersebut kepada generasi muda. Sehingga transaksi atau peredaran jual beli narkoba bisa saja terjadi di lingkungan kampus.
 Apabila peredaan telah masuk kedalam ruang lingkup kampus kita sebagai mahasiswa harus koperatif saling bekerja sama untuk membantu memberantas dan memutuskan transaksi jual bel narkoba atau peredaran narkoba dengan cara ketika kita melihat transaksi jual beli narkoba atau melihat seseorang memakai narkoba di wilayah kampus kita harus menegur sang pemakai atau sang tersangka, setelah kita menegur kita langsung melaporkan kejadian itu ke pihak universitas atau kepada dosen sehingga pihak Universitas kana melaporkan kejadian itu kepada pihak yang berwajib yaitu Polisis, BNN, dan lain lain.
Tetapi apabila pemakaian narkoba atau transaksi jual beli narkoba  itu blm terjadi di wilayah Universitas,  pihak Universitas harus memantau terus mahasiswanya dan dari mahasiwa itu sendiri harus memiliki pengetahuan tentang bahaya narkoba dan juga harus memiliki ilmu agama yang kuat sehingga tidak mudah terjebak atau tergiur memakai narkoba tersebut. Jadi pihak Universitas dan para mahasiswanya harus saling bekerja sama untuk memberantas dan memutuskan peredaran nakoba di luar Universitas atau juga di wilayah Universitas.